oleh

Palsukan Data Siswa, Sekolah Terancam Ditutup

MAKASSAR – Sebanyak 42 sekolah pada semua tingkatan di Sulawesi Selatan diduga memalsukan data pokok pendidikan (Dapodik) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemendikbud).

Akibatnya, Ketua Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Abdul Halim Muharram mengatakan, pihaknya merekomendasikan agar sekolah yang diduga memalsukan Dapodik tersebut, untuk ditutup saja.

Karena cek per cek, ternyata akses Dapodik mereka tidak aktif di Kemendikbud, tapi ternyata menerima dan Biaya Operasional Sekolah (BOS).

Bahkan kata Halim, dari 9.000 sekolah di Sulsel yang tidak aktif Dapodiknya itu sebanyak 105 sekolah. “Setelah dicek, ternyata ada 42 sekolah yang data pendidikannya bermasalah,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo menyebutkan, jika pihaknya masih menunggu proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk bisa membubarkan sekolah yang dimaksud.

“Untuk tingkat SMA kan, ada 25 sekolah, yang direkomendasikan LPMP untuk ditutup. Jika nanti di sekolah itu tidak ada pendaftar maka sekolah akan dibubarkan , lantaran tidak lagi bersiswa. Jadi tunggu PPDB tuntas,” tegas Irman.

Sementara itu, Halim menegaskan, jika pihaknya sudah meminta semua pemerintah daerah yang di lokasinya ada sekolah bermasalah itu, segera menindaklanjutinya.

“Kalau untuk SD dan SMP wilayah kabupaten/kota. Kalau SMA wilayahnya provinsi,” tandas Halim tanpa menyebutkan jumlah SD dan SMP yang Dapodiknya bermasalah.

Penulis: Herlina

Komentar