oleh

ASN Mudik Tak Gunakan Randis, Gubernur Imbau Kendaraan Tidak Disimpan di Kantor

MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah, menghimbau agar aparatur sipil negara (ASN) yang menggunakan kendaraan dinas (randis) menyimpan kendaraannya di rumah masing-masing saat mudik lebaran.

Pernyataan Nurdin tersebut disampaikan untuk menjawab pertanyaan wartawan, mengenai penyimpanan randis saat ASN penggunanya mudik lebaran.

Nurdin melarang ASN menggunakan randis untuk mudik. Hal itu kata dia, sesuai dengan perintah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Syafruddin.

Bukan hanya Menpan RB, larangan untuk menggunakan fasilitas negara, termasuk randis untuk mudik, juga diterbitkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Yah tetap kita hindarkan, tidak boleh menggunakan randis karena itu sudah menjadi ketentuan dan himbauan oleh KPK tidak menggunakan randis,” kata Nurdin Abdullah saat ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Sabtu (1/6/2019).

Nurdin menegaskan, randis yang tak digunakan tersebut sebaiknya tidak disimpan di kantor, namun di rumah masing-masing.

“Nggak, disimpan di rumah aja. Nanti disimpan di kantor hilang (kendaraannya) orang, kalau hilang dirumahnya dia tanggung jawab sendiri,” pungkasnya.

Sementara, Sekretaris provinsi (sekprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani, menjelaskan mengenai sanksi yang akan dijatuhkan pada ASN yang menggunakan randis untuk mudik, yakni sesua peraturan pemerintah No 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin PNS.

“Mungkin masuk Peraturan Pemerintah No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Sipil Negara. Karena itu kan sudah sesuai dalam KPK, sehingga nanti sanksi ringan, sanksi menengah. Setalah itu, sehingga ada himbauan ASN, Sebenarnya gubernur bukan menghimbau, tapi aturan KPK itu untuk menghimbau kita,” pungkasnya.

Penulis: Nurhidaya (B)

Komentar