oleh

Hari Lahir Pancasila, Begini Harapan Pengamat untuk Politisi di Makassar

MAKASSAR – Hari ini, masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila yang merupakan ideologi bangsa Indonesia. Sejumlah kalangan di Kota Makassar pun menyampaikan harapan, khususnya kepada para politisi yang diharapkan bisa menjadi contoh bagi masyarakat dalam penerapan nilai-nilai dasar pancasaila dalam kehidupan sehari-hari.

Pengamat Politik dari Universitas Hasanuddin Makassar, Andi Lukman mengatakan, setidaknya ada tiga hal yang menjadi harapannya kepada para politisi yang ada di Kota Makassar

Pertama, kata dia, semua elemen harus benar-benar menyadari bahwa pancasila bukan hanya memiliki posisi sebagai dasar dan ideologi bangsa, tetapi nilai-nilai dasar pancasila yang terdiri lima sila harus hidup dan tumbuh menjadi karakter yang tercermin pada perilaku para elit dan massa politik yang ada di Kota Makassar.

“Kedua, para politisi, khususnya para kelompok elit-elit partai seharusnya menjadi rule model atau contoh bagi masyarakat kita dalam hal memperlihatkan karakter nilai dasar pancasila, sehingga masyarakat kita akan selalu menempatkan elit-elit kita sebagai panutan dalam hal bertindak dan berperilaku,” kata Lukman, Sabtu (1/6/2019)

Ketiga, lanjut Lukman, momentum hari lahir pancasila harusnya menjadi ajang evaluasi dan koreksi diri, khususnya bagi para politisi.

“Apakah perilaku atau tindakan mereka selama ini telah selaras atau bersesuaian degan nilai-nilai pancasila atau masih jauh dari tuntutan nilai pancasila, sehingga kedepannya perilaku dan tindakan mereka akan lebih membawa ke hal-hal positif yang dibutuhkan oleh daerah dan masyarakat kita,” ujarnya

Terpisah, Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad juga menyampaikan harapan yang sama kepada para politisi di Kota Makassar.

Ia berharap, nilai-nilai ideologi pancasila tertanam dan mewarnai kinerjan para politisi untuk menjaga kesatuan bernegara sekaligus menerapkannya dalam mengambil keputusan.

“Menetapkan regulasi hingga pernyataannya harus pancasilais,” kata Firdaus.

Penulis : Nursinta (B)

Komentar