oleh

Gubernur Nilai Pasar Sentral Makassar Jorok dan Tak Sehat untuk Pengunjung

MAKASSAR – Kondisi sejumlah fasilitas di Pasar Sentral atau Makassar Mall menjadi sorotan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Nurdin bahkan menyebut Pasar Sentral atau Makassar Mall sangat jorok dan tidak sehat.

“Kita bisa lihat Pasar Sentral, pasar basahnya itu sangat jorok. Yang kedua tidak sehat. Saluran udaranya nggak jalan, terus lantainya pendek, becek. Jadi itu persoalan,” kata Nurdin, usai mengunjungi Pasar Sentral Makassar, Senin (3/6/2019).

Kedepan, kata dia, pihaknya ingin menghadirkan pasar yang layak, baik untuk penjual maupun pengunjung.

“Kita harus menghadirkan pasar yang layak. Kalau sekarang saya pikir nggak layak, belum lagi lodsnya kecil, sempit dan mahal,” ujarnya.

Lebih jaih Nirdin mengatakan, bila kondisi pasar-pasar di Kota Makassar terus seperti itu, tidak menutup kemungkinan orang dari luar menjadi tidak mau masuk pasar di Makassar.

“Kita malu kalau orang-orang luar datang ke pasar kita dengan kondisi seperti ini. Kita bisa lihat, tidak sehat orang menjual disitu. Orang yang datang belanja juga pasti tidak sehat,” ucapnya.

Olehnya itu, Nurdin meminta Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, untuk meninjau atau mengevaluasi Perusahaan Daerah (PD) Pasar yang mengelola pasar-pasar di Kota Makassar.

“Kita minta Pak Wali supaya ditinjau keadaan PD Pasar, supaya pemerintah kota hadir untuk membenahi semua pasar-pasar khusus di Kota Makassar,” ucapnya.

Pasalnya, lanjut Nurdin, dari hasil peninjauan yang dilakukannya di tiga pasar, yakni; Pasar Sentral, Pasar Terong dan Pasar Pa’baeng-baeng, ketiganya masih belum memenuhi syarat atau standar pasar di Ibukota Sulsel ini.

“Pasar harus sesuai dengan standar. Kedepan, memang yang kita butuhkan adalah pasar ini harus dilakukan rehab segera. Tentu dengan kondisi pengelolaan sekarang, APBD tidak bisa digunakan karena ini sudah dikelola oleh UPTD PD Pasar,” tuturnya.

Nurdin menambahkan, efek dari pasar yang belum memenuhi standar tersebut, merembes kepada semakin berkurangnya jumlah pengunjung. Apalagi, saat ini pasar sudah ada dimana-mana.

“Banyak pasar, sehingga mereka merasa pembelinya kurang. Tapi kalau saya, bukan pembeli yang kurang. Masalah yang kita hadapi di Makassar ini dalah pasar kita tidak memenuhi standar,” tutupnya.

Komentar