oleh

Penukaran Uang Jelang Lebaran, Untung Ratusan Ribu hingga Ancaman Riba

YOGYAKARTA – Banyak tradisi yang dilakukan oleh umat Muslim di Indonesia saat bulan suci Ramadan maupun Hari Raya Idulfitri. Salah satunya adalah memberikan hadiah berupa uang pada kerabat dan keluarga yang masih anak-anak.

Tradisi itu secara tidak langsung membuka peluang mendapatkan penghasilan tambahan pada beberapa orang, yakni para penjual jasa penukaran uang kecil.

Di Kota Yogyakarta misalnya, para penjual jasa itu banyak terdapat di Jl Sultan Agung, mulai dari Jembatan Sayidan, hingga Jl Panembahan Senopati, tepatnya di sekitar Kantor Pos Besar Yogyakarta.

Seorang penjual jasa penukaran uang kecil, yang mengaku bernama Tuti (37), mengatakan, dalam sehari, rata-rata penukaran uang mencapai Rp5 juta.

Dalam menjual jasanya, Tuti dan beberapa lainnya, mengambil keuntungan sebesar 10 persen. Warga yang hendak menukarkan uang kecil senilai Rp100.000 harus “membelinya” dengan harga Rp110.000. Dia menyiapkan uang pecahan Rp1.000 hingga Rp10.000.

Dengan perputaran uang sebesar Rp5 juta per hari, Tuti mendapatkan keuntungan hingga Rp500.000.

“Nggak pasti juga mas. Tapi kalau dirata-rata, sehari saya bisa menukarkan sekitar Rp5 juta,” jelasnya saat ditemui di lokasi penukaran uang di Jl Sultan Agung.

Dia menjelaskan, dirinya bukan hanya melayani jasa penukaran uang nominal besar menjadi nominal kecil, tetapi juga penukaran uang lama (uang yang sudah lusuh) menjadi uang baru.

Menurut dia, para penukar uang bukan hanya warga berdomisili di Yogyakarta saja, namun juga warga Yogyakarta yang bekerja di kota lain, tetapi sedang mudik atau pulang kampung menjelang Hari Raya Idulfitri.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI), Adiwarman Karim menjelaskan, penukaran uang diperbolehkan, jika memiliki nilai yang sama. Tetapi jika nilainya tidak sama, maka hukumnya riba fadl.

“Riba karena pertukaran barang sejenis, istilah ‘tidak boleh’ dalam istilah agamanya disebut haram,” ujar Adiwarman, beberapa waktu sebelumnya.

Olehnya itu, dia mengimbau agar warga yang ingin menukarkan uangnya, menggunakan jasa perbankan, baik langsung ke kantor bank ataupun melalui mobil keliling.

“Bank biasanya kerjasama dengan BI, agar nilai yang ditukar sama dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat,” lanjutnya, seperti dilansir SINDOnews.

Komentar