oleh

Lakukan Diskresi Rekayasa Lalulintas, Menhub Minta Polisi Tilang Bus Tak Laik Jalan

MAKASSAR – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta kepada PT Jasa Marga sebagai operator jalan tol di Jabodetabek untuk segera berkoordinasi dengan Korlantas Polri mengambil langkah diskresi rekayasa lalu lintas.

“Antisipasinya sedikit terlambat seperti hari ini. Saya sudah tugaskan PT Jasa Marga supaya diskresi itu cepat diambil,” kata Menhub Budi di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Kamis (6/6/2019), seperti dikutip dari laman resmi Kemenhub.

Adapun menurut Budi skema contra flow hingga one way dapat diberlakukan. Karena dinilai cukup ampuh untuk mengurai kemacetan.

“Begitu ada kemacetan lebih dari 3 kilometer itu langsung contra flow 1 jalur, jika masih macet lagi akan menggunakan 2 jalur contra flow, jika masih macet lagi maka akan diberlakukan satu arah (one way). Hari ini yang menuju Bogor terjadi demikian saya pikir ini dinamika seperti pada saat H-7 juga seperti ini tapi dalam waktu 30 menit itu selesai,” ucapnya.

Budi mengaku, pihaknya bersama Korlantas Polri masih memilih skema contra flow dan one way di ruas tol, sebagai strategi mengantisipasi kemacetan pada masa arus balik beberapa hari lagi.

“Kita tetap konsisten melakukan one way 3 hari pada tanggal 7, 8, dan 9 Juni 2018 dan sampai Km 70 Tol Cikampek, dari Km 70 ke Km 29 ada satu 1 atau 2 contra flow itu kita lakukan, jadi kendaraan yang dari Jakarta ke Bandung masih tetap bisa lewat,” paparnya.

Dia menambahkan, one way mulai dari Brebes Km 263, Km 263 sampai Km 70, sementara, dari Km 70 hingga Km 29 berlaku contra flow, yang direncanakan mulai dari pukul 12.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB. “Ini masih bisa berubah itu nanti tanyakan ke Korlantas” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Menhub juga menghimbau agar pemudik tidak menggunakan bahu jalan sebagai tempat berhenti, kecuali dalam kondisi darurat.

Dia menghimbau, agar pemudik yang ingin beristirahat memilih alternatif tempat istirahat yang lain, keluar dari tol dan singgah beristirahat di kota-kota yang dilalui.

Hal itu kata dia, untuk menghindari kemacetan lalu lintas di dalam ruas tol akibat penumpukan kendaraan di dalam rest area.

Sedangkan untuk masyarakat yang akan menggunakan angkutan bus, dia mengimbau agar memilih bus yang telah lulus uji kelaikan. Menhub debgan tegas meminta kepada Kepolisian untuk menindak langsung bus yang tidak laik jalan namun tetap beroperasi.

“Penumpang kalau lihat bus mesti ada sticker (lulus) ramp checknya kalau tidak ada saya minta tolong kepada polisi, ditilang saja jangan boleh jalan,” tegasnya.

Komentar