oleh

Kecam Kekerasan di Sudan, Kemenlu Imbau WNI di Sana Waspada

MAKASSAR – Indonesia mengecam rangkaian tindakan kekerasan yang terjadi di Sudan yang mengakibatkan adanya korban jiwa dan luka-luka dalam rangkaian aksi di Sudan dalam beberapa hari terakhir ini.

Kecaman tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melalui laman resminya, Sabtu (8/6/2019).

Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban dan keluarga korban.

Indonesia mengharapkan seluruh pihak hendaknya dapat menahan diri.

“Indonesia juga mengharapkan agar pihak militer dan keamanan dapat memberikan perlindungan menyeluruh terhadap rakyat sipil,” demikian tertulis dalam kiriman pada laman tersebut.

Indonesia berharap agar proses transisi berjalan dengan damai dan dialog terus dikedepankan sesuai dengan keinginan dan harapan rakyat Sudan serta dengan tetap menghormati hukum humaniter internasional.

Selain mengecam tindak kekerasan yang terjadi, Kemenlu melalui safetravel.id juga mengimbau pada Warga Negara Indonesia (WNI) yang berencana bepergian ke Sudan untuk menunda kepergiannya.

Safe Travel dibuat dan dikembangkan oleh Kementerian Luar Negeri RI, untuk informasi praktis yang diperlukan ketika berada di luar negeri untuk berbagai keperluan, seperti wisata, studi, umrah/haji, atau bekerja.

Kemenlu menjelaskan bahwa pada tanggal 3 Juni 2019, telah terjadi rangkaian aksi kekerasan yang mengakibatkan adanya korban jiwa dan luka-luka di Khartoum. Selama beberapa hari sebelumnya, gelombang aksi unjuk rasa telah terjadi di ibu kota Sudan tersebut.

“Kami mengimbau Anda yang berada di Sudan untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari kerumunan massa dan tidak keluar rumah untuk sementara waktu, menyiapkan dokumen penting (paspor, izin tinggal, dsb), menyiapkan stok makanan, dan tidak terlibat dalam kegiatan politik setempat,” tertulis dalam imbauan itu.

Untuk WNI yang berada di Sudan, diharapkan untuk segera menghubungi KBRI Khartoum di nomor +249907978701, +249900079060, +249 183 564679, atau melalui Tombol Darurat aplikasi Safe Travel Kementerian Luar Negeri RI.

Komentar