oleh

Gubernur Sulsel Minta Perguruan Tinggi Kaji Penyebab Banjir di Wilayahnya

MAKASSAR – Di Kabupaten Sidrap sebanyak 600 rumah di 14 desa dari tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Dua Pitue, Pitu Riase dan Pitu Riawa hingga Senin (10/6/2019) masih terendam banjir setinggi 70 sentimeter.

“Ada sekitar 1.452 kepala keluarga terdampak banjir. Tapi debit air sudah surut, hanya saja sejumlah wilayah masih tergenang,” Kata Kepala Posko Komando Tanggap Darurat, Dandim 1420 Kabupaten Sidrap, Letkol JP Situmorang.

Selain Sidrap, ada tiga kabupaten lain di Sulawesi Selatan dilanda banjir, yaitu Luwu, Soppeng, dan Wajo. Dan dari empat kabupaten itu, yang terparah adalah kabupaten Sidrap.

Karena kondisi itu, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah meminta pihak perguruan tinggi untuk membuat kajian terkait banjir yang sering melanda beberapa wilayah di Sulsel.

“Jangan hanya lihat banjir sekarang, tapi kita harus buat kajian. Ini banjir apa sesungguhnya, penyebabnya dari mana? Apakah ini tahunan atau sepuluh tahunan, ataukah banjir periodik,” kata Nurdin, Senin (10/6/2019).

Nanti lanjut Nurdin, hasil dari kajian tersebut akan dipergunakan masyarakat untuk mengelola banjir di wilayah masing-masing.

“Kalau sekarang turun bawa sembako bikin dapur umum itukan sementara. Jangan setiap banjir terjadi cuman kita kirim lakukan pertolongan tapi tidak ada solusi menyelesaikan persoalan,” lanjutnya.

Komentar