oleh

Mengadu Nasib ke Kota Bukan Solusi Memperbaiki Nasib

MAKASSAR – Musim mudik lebaran tahun ini telah usai. Para pemudik itu pun kini telah kembali ke tempat kerjanya di kota. Seperti yang kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, setelah musim mudik akan ada arus urbanisasi ke kota-kota metropolitan, tak terkecuali Kota Makassar.

Peningkatan arus urbanisasi pascalibur lebaran yang terjadi setiap tahun ini, tak terlepas dari anggapan sebagian masyarakat di pedesaan yang masih melihat kota besar sebagai ladang potensial untuk bisa mendapatkan kehidupan yang sejahtera dan lebih baik dari sisi ekonomi.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Ekonomi dari Universitas Hasanudin Makassar, Anas Iswanto mengatakan, urbanisasi atau mengadu nasib ke kota sebenarnya bukanlah solusi bagi penduduk desa untuk bisa memperbaiki nasib dan kehidupan perekonomian keluarga.

“Upah Minimun Regional (UMR) yang dianggap menjanjikan kehidupan sejahtera menjadi daya tarik bagi pendatang untuk mengadu nasib di kota metropolitan bukan alasan tepat. Kota (Makassar) ini sudah banyak penduduknya. Kalau ada yang dari desa tambah banyak, lapangan kerja semakin sempit,” kata Anas, Senin (10/6/2019).

Olehnya itu, Anas menyarankan agar masyarakat yang ingin mengadu nasib ke kota harus terlebih dahulu membekali diri dengan kemampuan atau skill yang mencukupi atau sesuai dengan lahan pekerjaan yang tersedia di kota.

“Kalau tidak punya itu, alangkah bagusnya tidak datang ke kota. Karena bisa dipastikan para pendatang itu tidak akan bertahan hidup di kota. Ini hanya akan menambah kepadatan jumlah penduduk yang ada di kota, dan bisa juga jadi kontribusi macet,” ujarnya.

Menurut Anas, masyarakat harus mengubah mindset yang masih menganggap harus ke kota untuk bisa mendapatkan pekerjaan dan memperbaiki perekonomian keluarga. Sebab, kata dia, tanpa ke kota pun, masyarakat sebenarnya bisa mendapat pekerjaan dengan upah lebih. Dengan catatan, ada pemeratan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah sehingga masyarakat di desa bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Untuk dapat pekerja tidak harus ke ke kota. Ada dimana-mana. Terpenting ada pemerataan pembangunan dan ide menciptakan lapangan kerja sendiri,” pungkasnya.

Penulis: Nursinta (B)

Komentar