oleh

Pengadilan India Jatuhkan Vonis Mati untuk Pemerkosa dan Pembunuh Gadis Muslim

PATHANKOT – Pengadilan India menjatuhkan hukuman mati untuk enam pria yang terlibat dalam pemerkosaan dan pembunuhan seorang gadis Muslim berusia delapan tahun di negara bagian Jammu dan Kashmir India tahun lalu, Senin (10/6/2019).

Kasus perkosaan dan pembunuhan ini memicu kemarahan dan kritik terhadap partai yang berkuasa di negara itu, setelah beberapa anggotanya menentang tuduhan.

Dikutip dari Reuters, gadis itu, dari komunitas Muslim nomaden yang berkeliaran di hutan Kashmir, dibius, ditahan di sebuah kuil dan diserang secara seksual selama seminggu sebelum dicekik dan dipukuli sampai mati dengan batu pada Januari 2018.

Penculikan, pemerkosaan dan pembunuhan anak itu adalah bagian dari rencana untuk menghapus komunitas minoritas nomaden dari daerah itu, kata penuntut membacakan lembar tuntutan setebal 15 halaman.

Di antara mereka yang dituduh adalah seorang pendeta Hindu dan petugas polisi, yang menyulut ketegangan komunal antara umat Hindu dan Muslim di daerah itu.

“Ini adalah kemenangan kebenaran,” kata pengacara penuntut M Farooqi kepada wartawan di luar pengadilan.

“Gadis itu dan keluarganya telah mendapat keadilan hari ini. Kami puas dengan penghakiman,” lanjutnya.

Penuntut meminta agar para pelaku dijatuhi hukuman mati, yakni tiga pria – pendeta Sanji Ram, Deepak Khajuria dan Parvesh Kumar – yang dihukum karena pemerkosaan dan pembunuhan, katanya.

Tiga orang lainnya, Surinder Kumar, Tilak Raj, dan Anand Dutta, dihukum karena kejahatan yang lebih kecil, yakni penghancuran bukti.

Seorang pengacara yang memimpin tim hukum yang mewakili terdakwa, AK Sawhney, mengatakan kepada wartawan bahwa mereka berencana untuk mengajukan banding atas putusan tersebut.

Kasus ini mengejutkan India, yang memiliki catatan mengerikan untuk kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, dan menyebabkan penerapan hukuman mati bagi pemerkosa perempuan di bawah usia 12 tahun.

Persidangan, yang diadakan secara pribadi, dimulai lebih dari setahun yang lalu di Pathankot, sebuah kota sekitar 70 km (44 mil) dari desa Rasana di distrik Kathua, tempat insiden itu terjadi, di negara bagian Jammu dan Kashmir.

India telah lama dihantui oleh kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak.

Perkosaan yang dilaporkan naik 60 persen sejak 2012 hingga 2016, menjadi 40.000, menurut statistik pemerintah, dan banyak lagi yang tidak dilaporkan, terutama di daerah pedesaan.

Total ada delapan orang yang dituduh terlibat dalam kasus ini. Pria ketujuh, bernama Vishal, dinyatakan tidak bersalah pada hari Senin, kata Farooqi, sementara yang kedelapan, seorang remaja, saat ini sedang menunggu persidangan.

Komentar