oleh

31 Kepala Sekolah Dikembalikan ke Posisi Semula

MAKASSAR – Sebanyak 31 kepala sekolah tingkat SMA/SMK sederajat dikembalikan ke posisi semula, khususnya di daerah Luwu Raya, Takalar dan Selayar.

Ke-31 kepala sekolah tersebut dikembalikan ke posisinya setelah dilantik oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Selatan (Sulsel), Irman Yasin Limpo, Selasa (11/6/2019), di Kantor Disdik Sulsel, bersama 40 kepala sekolah dan kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan lainnya.

Sekretaris Disdik Sulsel, Setiawan Aswad, mengatakan pelantikan 71 kepala sekolah dan Kepala UPT tersebut berdasarkan surat dari kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, yang mengacu pada dua SK Gubernur Sulsel.

“SK pertama saya lupa nomor SKnya, yang keluar di bulan April kemarin, bersamaan dengan keluarnya SK 193 yang dilantik oleh bapak wakil gubernur, yaitu sebagai dasar pertama,” jelasnya.

Sedangkan dasar pelantikan yang kedua, terbit pada bulan Mei, untuk memperjelas posisi beberapa kepala sekolah atau guru-guru.

“Dari 71 itu, ada beberapa guru yang dipercayakan diberikan amanah diberikan tugas tambahan, kemudian sebagai kepala sekolah sebagai kepala UPT pendidikan, kemudian ada juga beberapa guru yang dikembalikan ke tugas pokoknya sebagai guru,” paparnya.

Selebihnya, kata dia, adalah guru yang menjalankan tugas di posisi yang baru, yakni sebagai kepala satuan pendidikan.

Dia menambahkan, rotasi dan pelantikan ini sesuai dengan kebutuhan organisasi, termasuk berkenaan dengan Penerimaan peserta Didik baru (PPBD), untuk meningkatkan kualitas pelayanan atau pelaksanaan PPBD daerah nantinya.

“Karena kalau sudah jelas posisi masing-masing kepala sekolah maka mereka sudah akan melakukan konsolidasi di suatu pendidikan, dalam rangka pelayanan peserta didik baru sekolah,” tegasnya.

Permasalahan yang menimbulkan kegamangan, kata Setiawan tidak akan terjadi lagi. Karena kegamangan yang terjadi sebelumnya, disebabkan oleh belum dilantiknya mereka.

“Kemarin karena mereka belum dilantik, disitulah terjadi kegamangan mereka para kepala sekolah, pimpinan melihat ini sebagai suatu yang harus diselesaikan segera dengan cara mengembalikan dengan norma yang ada, kemudian melakukan pelantikan dengan sendirinya,” pungkasnya.

Penulis: Nurhidaya (B)

Komentar