oleh

Penumpang Arus Balik di Pelabuhan Makassar Belum Sebanding dengan Jumlah Pemudik

MAKASSAR – Dua hari terakhir menjadi puncak arus mudik lebaran Idulfitri tahun ini untuk angkutan kapal laut di Pelabuhan Makassar.

Sejak hari H hingga H+6 Idulfitri, tercatat sebanyak 18 kapal angkutan PT Pelni keluar-masuk dan melakukan bongkar muat lebih dari 17 ribu penumpang di Pelabuhan Makassar.

Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut Pelabuhan Makassar, Triono mengatakan, lebih dari 17 ribu penumpang tersebut terdiri dari 10.283 orang yang turun (datang), dan 7.702 penumpang naik (berangkat) untuk berbagai tujuan.

“Kemarin dan hari ini merupakan puncak arus balik angkutan lebaran di Pelabuhan Makassar. Sebab, pada masa yang bertepatan dengan H+5 dan H+6, terdapat tujuh kapal yang melayani bongkar-muat,” kata Triono, Selasa (11/6/2019).

Adapun Kapal yang masuk antara lain KM Umsini, KM Dorolonda, dan KM Sinabung dengan tujuan Surabaya, KM Lambelu, KM Bukit Siguntang, serta KM Tidar, dengan tujuan Bau-bau, Bima, dan Balikpapan.

“Penumpang terbanyak hari ini masih didominasi KM Sinabung dengan jumlah 2.600 penumpang. Nanti kita akan lihat lagi pada tanggal tertentu,” terangnya.

Meski begitu, jika melihat data Posko Angkutan Lebaran di Pelabuhan Makassar, jumlah lalu lintas penumpang pada arus balik tersebut belum sebanding dengan masa mudik lebaran.

Dimana pada H-15 hingga H-1 Idulfitri kemarin, tercatat sebanyak 39.510 penumpang yang turun (datang). Saat itu, Pelabuhan Makassar melayani 48 kapal bongkar-muat penumpang. Sementara untuk jumlah penumpang yang naik (berangkat) dari Pelabuhan Makassar jumlahnya sebanyak 33.179 orang.

Terpisah, General Manager PT Pelni Cabang Makassar, Ridwan Mandaliko mengatakan, secara umum pada arus balik tahun ini terjadi kenaikan lalu lintas penumpang di Pelabuhan Makassar sebesar 18 persen dibandingkan tahun 2018.

“PT Pelni telah mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut dengan menambah kuota untuk penumpang tanpa kursi atau non-seat. Penambahan kuota sebagai dispensasi atas kebijakan Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Komentar