oleh

Bulog Sulsel Distribusikan 1.000 Ton Beras ke Papua dan Kalbar yang Defisit Beras

MAKASSAR – Perum Bulog Divre Sulawesi Selatan dan Barat mulai membuka jalur distribusi beras ke sejumlah daerah timur Indonesia yang mengalami defisit berat, sebesar 1.000 ton ke masing-masing wilayah.

Kepala Perum Bulog Divre Sulselbar, M Attar Rizal, mengatakan pendistribusian beras tersebut dilakukan atas perintah logistik ke daerah defisit beras seperti Nabire, Papua, dan Sintang, Kalimantan Barat, serta sejumlah wimayah lainnya.

“Kami distribusikan masing-masing 1.000 ton di tiap daerah. Selain karena memang karena perintah, juga karena upaya perputaran seiring dengan telah dilakukannya panen raya di Wilayah Sulselbar,” sebut Attar.

Menurut Attar, jika pembukaan jalur distribusi tersebut, sekaligus membuka ruang untuk menyerap beras lokal secara maksimal.

Meski demikian, saat ini, Bulog setiap harinya, menyerap sekitar 2.000 ton beras kelas medium. Lalu memasok untuk kebutuhan bansos beras sejahtera (Rastra) hanya 1.300 ton per Mei 2019.

Bahkan kata Attar, saat ini Bulog Sulselbar ober stok beras yang jumlahnya mencapai 192.441 ribu ton, yang masih dapat bertahan himhha 24 bulan atau dua tahun kedepan. “Jadi pendistribusian ke provinsi lain tidak akan mengganggu penyaluran besar ke daerah lain,” tegasnya.

Attar menambahakn, jika sepanjang 2019 Bulog Sulselbar menargetkan penyerapan beras sebanyak 275 ribu ton. Target serapan itu lebih bersar dari 2018 lalu, yang hanya 250 ribu ton. Dengan realisasi hanya 62,38 persen.

Komentar