oleh

Kandidat Pilwalkot Ukur Peluang, Pengamat Sebut Sukriansyah Tidak Populer

MAKASSAR – Peta politik di Sulawesi Selatan (Sulsel), khususnya Kota Makassar, banyak berubah pasca pemilihan umum (pemilu) lalu. Hal itu juga berpengaruh pada bakal calon kandidat yang akan bertarung pada pemilihan Wali Kota Makassar 2020.

Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Ali Armunanto, mengatakan hal itu saat dihubungj melalui telepon selulernya, Rabu (12/6/2019).

Ali Armunanto berpendapat, saat ini para calon kandidat sedang berusaha mengukur peluang mereka masing-masing. Salah satu alasannya, karena setelah pilpres dan pileg 2019, serta jeda dari pemilihan Wali Kota Makassar 2018, ada perubahan peta politik yang massif di masyarakat.

“Ini yang membuat para calon yang kemarin sempat maju, atau calon yang baru mau muncul, merasa ragu dengan kondisi politik. Sehingga mereka harus mengukur ulang peluang mereka,” paparnya.

Saat ini, kata Ali Armunanto, sudah ada beberapa calon yang melakukan survei untuk mengukur polarisasi dan preferensi politik di masyarakat. Hasil survei itu yang nantinya akan dijadikan rujukan untuk menyusun strategi dan komitmen untuk maju pada Pilwalkot Makassar 2020.

Untuk saat-saat ini, menurut Ali, gaung Pilwalkot Makassar belum terlalu terasa, karena efek pileg dan pilpres masih cukup kental. Titik krusial Pilwalkot Makassar 2020 diprediksi akan dimulai setelah pelantikan anggota DPRD Makassar.

“Itu yang akan menentukan, karena di situlah yang kemudian perolehan dukungan dari kursi (untuk kandidat) yang masuk melalui jalur parpol ditentukan. Walaupun sekarang sudah ada ancang-ancang,” lanjutnya.

Meski demikian, kata dia, saar ini sudah ada beberapa bakal kandidat yang mulai mendekati parpol. “Saya rasa perlombaannya, kompetisinya baru mulai terasa kental setelah pelantikan,” ucapnya memprediksi.

Sukriansyah Tidak Populer
Mengenai adanya bakal calon kandidat yang sudah memulai sosialisasi, atau start lebih dulu, Ali Armunanto menilai hal itu karena mereka merasa kurang populer. Sehingga dibutuhkan sosialisasi yang lebih lama.

“Kalaupun ada yang start duluan, seperti Sukriansyah (S Latief), saya pikir karena dia adalah calon yang tidak populer. Dia berusaha memperkenalkan diri dari awal, begtu,” tuturnya.

Komentar