oleh

Ketua Fraksi PKS Sebut tidak Ada Pelanggaran dalam Pencopotan Inspektur Sulsel

MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, Selasa (11/6/2019) tiba-tiba mencopot Kepala Inspektorat Sulsel, Lutfie Natsir sebelum bertolak meninggalkan Sulsel di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PKS Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Sulawesi Selatan (Sulsel), Ariady Arsal menyebut tidak ada mekanisme yang dilanggar Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah pada pencopotan Lutfie Natsir dari jabatannya.

“Tidak ada mekanisme yang dilanggar oleh Gubernur. Kami mendukung transparansi yang dilakukan, termasuk permasalahan yang diungkap, kalau ada yang bermasalah akan lebih baik dilakukan pencopotan, jangan ditunda-tunda,” seru Ariady, saat diwawancarai via WhatsApp, Rabu (12/6/2019).

Menurutnya pencopotan jabatan itu, bukan persoalan etis atau tidaknya, tetapi apakah sesuai mekanisme? “Pencopotan bukan karena alasan etis atau tidak etis, akan tetapi sesuai mekanisme, karena penggantian pejabat adalah hak gubernur,” lanjut Ariady.

Baginya, memang sudah masuk masa untuk dilakukan perombakan pada pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sulsel. Karena belum ada perubahan pada perode kepemimpinan sekarang.

“Bahkan semua Kepala OPD sudah diberi kesempatan kedua untuk berubah sesuai keinginan pimpinan yang baru. Jadi bila ada yang tidak mengikuti kondisi terkini dengan gubernur, memang perlu disegarkan,” tandas Ariady

Penulis: Nurhidaya/B

Komentar