oleh

Gubernur Sulsel: Harusnya Kadis Sudah Copot Kepsek

MAKASSAR – Beberapa waktu lalu, Tim Saber Pungli Provinsi Sulawesi Selatan menemukan dugaan pungutan liar di SMA Negeri 1 Makassar, Sulawesi Selatan, terhadap siswa pindahan.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Makassar, M Syafruddin mengakui, memang ada pungutan terhadap siswa pindahan yang akan mendaftar. “Memang ada pungutan tapi yang melakukan adalah komite sekolah,” kilah Syafruddin.

Menurutnya, pungutan dilakukan oleh komite sekolah dan disampaikan saat wawancara sebelum mendaftar ke SMA Negeri 1 Makassar. Dia memastikan pihak sekolah tidak meminta pungutan. “Hasil pungutan tersebut juga langsung masuk ke rekening komite bukan ke sekolah,” ungkapnya.

Syafruddin mengungkapkan, pungutan setiap anak yang pindah bervariasi mulai dari Rp1-Rp3 juta, dan ada 18 siswa pindahan. Tapi dari jumlah tersebut, baru delapan orang yang membayar.

Melihat hal itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah langsung mengancam akan mencopot kepala sekolah, jika nanti memang terbukti melakukan pungli.

“Pokoknya siapa pun, bukan cuma di SMAN 1 (Makassar) saja. Siapa pun sekolah yang melakukan pemungutan saya akan copot. Harusnya ini kepala dinasnya sudah copot,” tukas Nurdin.

“Saat ini memang banyak pihak sekolah yang seenaknya saja membuat aturan sendiri. Misalnya, menerima rapor atau mengambil ijazah siswa diwajibkan untuk membayar. Makanya nanti kita akan lakukan screening terhadap kepala sekolah di Sulsel,” tukas Nurdin.

Komentar