oleh

Masih Banyak Hotel dan Restoran yang Tak Patuh Pajak, Begini Sikap Pemkot Makassar

MAKASSAR – Sumber pajak terbesar ada di hotel, restoran, dan juga rumah makan. Para pelaku bisnis ini harus sering diperhatikan keadaan alat deteksinya, jangan sampai menimbulkan kesenjangan yang kelak akan berakibat fatal.

Hal itu disampaikan Korwil VIII Korsupgah KPK RI, Adliansyah Malik Nasution, dalam Sosialisasi Kepatuhan Pajak Daerah yang diadakan di hotel Singgasana, Rabu (14/8/2019).

Menurutnya, sumber pajak paling dominan yakni berasal dari hotel, restoran, dan rumah makan. Sayangnya, masih adanya pihak yang tidak bertanggung jawab dalam melaksanakan kewajibannya membayar pajak usaha.

Karenanya, Pemerintah Kota Makassar memastikan, mereka mendapat surat teguran yang segera ditindak lanjuti.

Yang ternyata sebelumnya mengalami kendala di lapangan, dengan alasan koneksi jaringan, kerusakan alat, maupun alasan tidak mengetahui penggunaan alat deteksi rekam jejak yang sudah dibagikan di masing-masing perusahaan akan kembali ditinjau dan segera akan diselesaikan.

Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan, akan segera berkoordinasi dengan stakeholder yang ada agar segera dituntaskan dan tidak lagi menjadi alasan untuk mangkir dari pajak.

“Kendala-kendala yang disebutkan akan coba ditelusuri kebenarannya, lalu akan ditindaki langsung. Ini semua agar pelaku bisnis sadar akan pentingnya membayar pajak dan tidak ada lagi alasan untuk menghindar,” ungkap Iqbal.

Pada Sosialisasi Kepatuhan Pajak Daerah dihadiri Ketua Korsupgah KPK RI Adliansyah Malik Nasution, Ketua DPRD Kota Makassar Farouk M Beta, Wakapolrestabes Makassar, Kejari Makassar, Kakanwil BPN Sulsel, kepala OJK Regional VI, Dirut Sulselbar, pimpinan OPD lingkup Pemkot Makassar, dan juga para pengusaha yang ada di Makassar.

Dengan adanya Sosialisasi Wajib Pajak ini, para pengusaha diberikan wawasan mengenai pajak dan aturan yang mengikat didalamnya agar tidak ada kekeliruan dalam pelaksanaan di lapangan.

Komentar