oleh

Polisi Masih Telusuri Jual Beli Data Kependudukan Lewat Internet

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menelusuri tujuan pembeli membeli data kependudukan yang dijual melalui situs temanmarketing.com.

Polisi telah menangkap salah seorang penjual yang berinisial C (32) di daerah Cilodong, Depok, Jawa Barat, pada 6 Agustus 2019 lalu.

“Kita sedang dalami kepada konsumennya, dia menjual ke siapa saja kita telusuri siapa pembelinya,” ujar Wadir Tipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Asep Safrudin saat konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, dikutip dari kompas.com, Jumat (16/8/2019).

Menurut Asep, pembeli data pribadi tersebut juga dapat dijerat hukum sebab menggunakan data yang bukan haknya.

Ancaman hukuman bagi pembeli tergantung daripada tujuan atau penggunaan data pribadi yang dibeli. Hal itu yang sedang ditelusuri aparat kepolisian.

“Makanya kita juga perlu telurusi buat apa mereka (pembeli) mendapatkan data, menjual itu kan berarti ada konsumennya, itu juga kita akan cari konsumennya,” katanya.

Kendati demikian, Asep mengatakan bahwa penelusuran tersebut juga memiliki tantangan tersendiri.

Pelaku kejahatan siber umumnya dapat dengan mudah menghilangkan jejak-jejak digitalnya.

“Transaksi di media online itu kan tidak semudah seperti kita transaksi di fisik, dia cepat menghilangkan jejak, kemudian dia bisa darimana saja beli, kemudian dia juga bisa cepat menghilangkan bukti-buktinya. Ini yang kenapa kita agak lama dan perlu penelusuran yang lebih dalam lagi,” tutur dia.

Tersangka C diketahui menyimpan jutaan data pribadi warga negara Indonesia yang terdiri dari 761.435 nomor ponsel, 129.421 kartu kredit, 1.162.864 Nomor Induk Kependudukan (NIK), 50.854 Nomor Kartu Keluarga (KK), dan 64.164 nomor rekening.

 

Penulis: Herlina

Komentar