oleh

Usaha Penatu Salah Satu Penyebab Kelangkaan Gas Elpiji di Sulsel

MAKASSAR – Sudah lebih dari sebulan lamanya, LPG atau elpiji 3 kilogram mengalami kelangkaan. Dan itu terjadi tidak hanya di Kota Makassar, tapi juga di sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan.

Kepala Dewan Pimpinan Daeah (DPD) VII Himpunan Wiraswasta Nasional (Hiswana) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Sulawesi, HM Hasbidin mengatakan, sebenarnya untuk penggunaan elpiji 3 kilogram, itu hanya diperuntukkan ke masyarakat miskin.

“Tapi ternyata, penggunaannya sekarang tidak sesuai peruntukan. Jadi memang pemerintah pada saat itu tidak pernah membayangkan bahwa elpiji 3 kilo ini bukan hanya dipakai untuk memasak, tapi berkembang sampai saat ini penggunaannya juga untuk pertanian,” Kata Hasbidin.

Dan hal itu diiyakan Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif. Jika dilihat, saat ini, gas melon tersebut malah dimanfaatkan untuk hal lain, bukan untuk warga miskin masak. “Jadi ada komsumen liar yang memanfaatkan ini,” ungkapnya.

Dan hal itu yang tidak pernah dipikirkan pemerintah sebelumnya. Bahwa gas elpiji tersebut bisa dialifungsikan, untuk bidang lain, tidak hanya untuk memasak di rumah saja. Termasuk mereka yang dulunya menggunakan premium dan BBM lainnya, sudah beralih ke gas.

Menurut Hasbidin, perkembangan teknologi khususnya dibidang pertanian patut diapresiasi dan harus didukung, melihat para petani ini juga merupakan orang-orang yang behak memakai elpiji subsidi rakyat miskin ini.

“Sehingga nantinya, akan disiapkan khusus para petani elpiji tiga kilo untuk kebutuhanya.┬áKarena petani biasanya mau cari yang ringan-ringan dan lebih murah,” lanjutnya.

Bahkan lanjut Hasbidin, perusahaan penatu pun sekarang menggunakan gas melon tersebut. Padahal tidak duperuntukkan untuk usaha.

“DAN Sebenarnya Aparatur Sipil Negara (ASN), dan TNI-Polri, juga tidak berhak menggunakan. Bahkan dari survei yang dilakukan pengusana penatu atau loundry di Makassar, 90 persen menggunakan elpiji 3 kilogram,” tukas Hasbidin.

Segingga dalam waktu dekat, pihak Hiswaba Migas, akan langsung turun ke lapangan menarik tabung gas yang dimanfaatkan tidak oleh yang berhak. “Dan langsung kita suru ganti gas non subsidi di tempat,” pungkasnya.

Penulis: Muh Saddam/B

Komentar